Kesenian Bali
Seni Tari
Seni tari berfungsi sebagai pengiring upacara dan upakara keagamaan di pura-pura. Setiap upacara keagamaan dianggap belum lengkap jika tidak diiringi dengan tarian. Seni tari dapat difungsikan sebagai seni wali, bebali, dan balih-balihan Detail.
Seni Kerawitan
Sama halnya dengan seni tari, seni karawitan juga merupakan seni yang digunakan untuk mengiringi upacara keagamaan. Seni tabuh/karawitan merupakan bentuk seni pertunjukan yang dominan di Bali, terutama seni tabuh/karawitan instrumental.
Seni Wali (Religius)
Yang dimaksud dengan seni wali adalah seni yang dilakukan di pura-pura atau tempat yang ada hubungannya dengan upacara dan upakara agama sebagai pelaksana upacara. Pada umumnya seni ini tidak memakai lakon. Kesenian wali sebagai pelaksana upacara selalu dikaitkan dengan kekuatan-kekuatan niskala, yaitu untuk mendapatkan kekuatan/taksu dan keselamatan.
Seni Bebali (Ceremonial)
Seni bebali yang berfungsi sebagai pengiring upacara dan upakara keagamaan di pura-pura ataupun di luar pura pada umumnya memakai lakon. Seni tari dan seni tabuh/karawitan yang dipakai sebagai pengiring upacara keagamaan di Bali, misalnya Topeng, Gambuh, Leko, Wayang Kulit, Angklung, Semar Pegulingan, dan Baleganjur.
Seni Balih-balihan (Performance)
Seni balih-balihan adalah seni yang mempunyai fungsi hiburan di samping mempunyai unsur dan dasar seni luhur sebagai seni serius dan seni hiburan/tontonan.